Rabu, 16 November 2016

Masalah Ekonomi Keluarga

Hasil gambar untuk masalah ekonomi


Ekonomi kerapkali menjadi fokus perhatian bagi para pasangan untuk membangun mahligai rumahtangga. Seakan-akan kalau ekonomi bagus maka kebahagiaan akan muncul tiba-tiba.


Poros ekonomi terletak pada peran ibu untuk mengatur keadaan ekonomi keluarga. Umumnya seperti itu yang terjadi di masyarakat sedangkan bapak sebagai pengendali saja.


Persoalannya ketika bagaimana kalau tiba-tiba ekonomi mengalami masalah negatif ?


Banyak kasus yaitu suami atau istri meninggalkan rumah untuk mencari jodoh yang lebih baik lagi. Kasus meningggal rumah bagi suami atau istri meksi sudah memiliki anak menjadi fenomena tersendiri.


Bagi yang ditinggal, sebagai korban kerapkali lebih melihat anak-anaknya. Maka sebagai orang tua tunggal, suami atau istri akan bekerja keras menghidupi keluarga. Meski nantinya bisa menikah kembali karena kepergian yang suami atau istri.


Sebenarnya urusan ekonomi bukanlah urusan suka cita. Karena bagi suami atau istri yang meninggalkan rumah, meninggalkan anak-anak tercinta adalah seorang pengecut, pengkhianat cinta, suka main ngesex dengan orang lain, tidak tahu malu dan tidak bertanggungjawab seutuhnya terhadap cinta keluarga.


Siapa saja yang meninggalkan anak istri atau anak dan suaminya adalah seseorang yang berjiwa kerdil, egois, tidak tahu diri ?


Ekonomi sekali bukan solusi terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan, suka cita, tawa canda dengan keluarga. Ekonomi, uang banyak, harta melimpah hanya hiasan semata.


Kebahagiaan sejati terjadi kalau di dalam hati ada cinta kasih, kasih sayang yang tumbuh dan tumbuh bersemi sepanjang hari.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar